RAPID : Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design

           Dalam suatu bidang farmasis, tentu saja tidak asing mendengar istilah obat. Obat-obatan seiring dengan perkembangan zaman perlu dikembangkan karena semakin banyak model penyakit-penyakit baru yang timbulnya. Sehingga perlu dilakukan modifikasi atau pengembangan dari obat yang lama. Salah satu metode yang dapat digunakan dan yang paling umum diketahui adalah melihat model farmakofor. Tujuan melihat farmakofor adalah adanya interaksi penting antara protein dan ligan.
          Konsep pharmacophore pertama kali diperkenalkan pada tahun 1909 oleh
Ehrlich , yang mendefinisikan farmakofora sebagai 'molekul kerangka kerja yang membawa (phoros) fitur penting yang bertanggung jawab untuk aktivitas biologis obat (pharmacon) . Setelah satu abad pengembangan, konsep farmakofora dasar masih tetap ada tidak berubah, tetapi arti yang disengaja dan rentang aplikasinya telah diperluas. Definisi terbaru oleh IUPAC, model farmakofor adalah ansambel fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekul optimal dengan biologis spesifik menargetkan dan memicu (atau memblokir) respons biologisnya.
Jadi, farmakofor atau pharmacophore adalah konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu. Setelah diidentifikasi, farmakofor dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual, terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan teknik docking yang tidak berlaku.

Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul 3D yang penting untuk rekognisi (mengakui) molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul( molekul besar) biologisnya. Ligan adalah molekul sederhana yang dalam senyawa kompleks bertindak sebagai donor pasangan elektron (basa Lewis). Sedangkan Menurut (IUPAC), farmakofor merupakan ensembel(Kombinasi) fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekuler (pembentukan dan pemutusan ikatan kovalen untuk membentuk molekul yang diinginkan), sehingga adanya interaksi yang optimal antara ligan dan sel target (reseptor) yang  spesifik akan memicu atau memblok respon biologisnya. 

Contoh Pharmacophore Morphin, struktur morfin yaitu :

bagian penting dari reseptor morphin adalah cincin aromatik. Yang diberi tanda garis putus-putus berwarna merah
Adapun  beberapa analog dari morphin adalah metazocine dan levorphanol (antalgin):
  
dan turunan dari metazocine adalah pentazocine yang lebih hebat:
(R)-Pentazocine
(S)-Pentazocine
Ada beberapa ikatan kimia yang dapat terjadi misalnya :
1. Ikatan Hidrogen: Gaya tarik antar molekul yang terjadi antara atom Hidrogen dengan atom yang memiliki keelektronegatifan tinggi dan memiliki pasangan elektron bebas dari atom dengan keeelektronegatifan tinggi lainnya.  (Misal: C,N,O,S). 
2. Ikatan ionik: Terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya.oleh karena berpindahnya elektron, maka ada atom yang kedapatan elektron menjadi bermuatan negative, sedangkan atom yang kehilangan elektron akan bermuatan positif.
3. ikatan Van Der Walls: Terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar, molekul-molekul polar, atau antara molekul non polar dengan molekul polar.  
Konformasi Aktif :
1. Diadopsi ketika terikat dengan site target
2. identitas 3D pharmacophore
3. Banyak ikatan maka efikasi makin tinggi

DAFTAR PUSTAKA
1 Wermuth, C. G.; Ganellin, C. R.; Lindberg, P.; Mitscher, L. A. (1998-01-01). "Glossary of terms 
 used in medicinal chemistry (IUPAC Recommendations 1998)". Pure and Applied Chemistry (dalam bahasa Inggris). 70 (5). doi:10.1351/pac199870051129. ISSN 1365-3075.

Pertanyaan:
1. Bagaimana cara menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat?
2. Bagaimana cara mendisain suatu obat baru dari suatu senyawa yang sudah di ketahui khasiatnya?
3.  Apa hubungan antara konformasi aktif yang stabil dengan struktur 3 dimensi farmakofor?

Komentar

  1. Hallo kak Anggu.
    Saya akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo jg voni. waah terima kasih atas jawabannya von;)

      Hapus
  2. Terima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih viv atas jawabannya. rajin-rajin ya mampir diblog saya, biar bisa diskusi hehe

      Hapus
  3. Assalamualaikum kak Anggun.
    Anis akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumussalam anis. terima kasih telah bantu jawab , semoga bermanfaat untuk Kimia Medisinal kalian nanti yaaaa

      Hapus
  4. Assalamualaikum kak anggun, waah terima kasih atas materinya ... Sangat membantu sekali kak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam, Alhamdulillah jika membantu dik, terima kasih ya:)

      Hapus
  5. Hallo kak Anggun, terima kasih atas materinya. Utk prtnyaan nomor 1 akan coba aqila jawab:) Cara menentukan ikatan dalam molekul obat bisa dengan cara melihat struktur 3D nya. Mohon d koreksi jika salah ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai aqila. yup! benar sekali, dalam menentukan ikatan dalam molekul obat salah satu caranya adalah dengan melihat struktur 3 dimensi yang ada di senyawanya. yg kemudian ditentukn apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen atau tidak. jawaban aqila sudah benar kok :)

      Hapus
  6. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Anggun, nah benar sekali, sama halnya dg yg dikatakan oleh aqila pada komenar sebelumnya. terima kasih sudah bantu jawab ya Anggun

      Hapus
  7. Saya akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Imelda. terima kasih atas jawabnnya. Benar sekali, untuk menesain suatu obat yg sudah diketahui khasiatnya bisa dengan cara mengisolasi senyawa tersebut yg kemudian dilihat aktifitas farmakologinya

      Hapus
  8. Hai kk anggun, saya mau bantu jawab ya😊
    No 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai jugaaaa. waaah terima kasih telah bantu jawab untuk pertanyaan no 3 :))))

      Hapus
  9. Assalamu'alaikum kak anggun.. wah.. ini materinya sangat membantu sekali, sangat bermanfaat, dan mudah untuk dipahami..

    Menurut saya suatu obat dapat di desain dg cara disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor dr senyawa aktifny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam Ajeng. alhamdulillah senang jika materinya membantu dan mudah dipahami. untuk mendesain suatu obat memang benar harus disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor senyawa aktifnya, agarkita dapat melihat apakah sesuai atau tidak, mungkin lebih tepat ajeng menjawab pertanyaan no 2 yaa :))

      Hapus
  10. Terima kasih.
    Utk pertnyaan no 2 mnurut saya suatu obat dapat di desain dg cara disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor dr senyawa aktifny

    1. Apakah Farmakofor akan d ambil dri tanaman atau bahan lainnya?
    2. Klo tanaman bagian apa tanaman yg akan d ambil, dan tanaman apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Mr. Lana.terima kasih atas jawabannya:) dan utk pertanyaan mr.lana akan saya coba jawab :
      1. Farmakofor mrupakan struk yg ada dr suatu senyawa, baik itu senyawa yg sudah d modifikasi, maupun senyawa murni yg d dapat dr hasil isolasi suatu tanaman. Jadi, farmakofor tentu saja di ambil dr tanaman, krn senyawa yg d dapat berasal dr suatu tanaman
      2. Bagian dr tanaman yg di ambil trgntung dr yg d butuhkan. Bisa batang, daun, maupun akar. Yg nantinya akan d isolasi utk mndapatkan senyawa dr bagian tanaman tersebut

      Mungkin jika adnyg kurang cocok jawabnny bisa d tanggapi y mr. Lana :)
      Terima kasih

      Hapus
  11. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    lalu dpt jg Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai siti. terima kasih atas jawabannya. benar sekali, dalam merancang suatu obat, ada beberapa hal yg harus dilakukan terlwbih dahulu sebelum akhirnya merancang formula:)

      Hapus
  12. Hallo Anggun. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga Monica. Waaah terina kasih. Sering-sering berkunjung ke blog saya ya:)

      Hapus
  13. Hallo kak Anggu.
    Saya akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga kak. dalam mendesain suatu obat yg senyawa sudah diketahui khasiatnya sama saja dg mendesain obat yg blm d kthui khasiatnya. hanya saja lebih mudah dan ringkas utk senyawa dg khasiat yg sudah diketahui. terima kasih atas jawabannya ya :)

      Hapus
  14. Annyeong kakak😄. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals.🙏🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Annyeong eonni wkwk. yaa benar bgt cara menentukan suatu ikatan dalam molekul adalah dg melihat struktur 3D nya:)) Gomawo :)))

      Hapus
  15. Hai kak anggun, postingannya sangat bermanfaat. Kalo untuk senyawa baru, kira-kira berapa lama kak waktu yg dibutuhkan hingga ketahap formulasi sediaan obat nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga kak. wah terima kasih atas prtanyaannya. menurut saya dalam merancang suatu obat apalagi untuk senyawa baru, itu perlu beberapa tahap yg harus dilakukan. seperti mencari terlebih dahulu lead coumpounnya, selanjutnya memanipulasi molekul hingga ke tahap terakhir evaluasi klinik. dan tahap-tahap ini perlu waktu yg cukup lama, belum lagi perkiraan gagal dalam percobaan atau sejenisnya.

      Hapus
  16. Assalamualaikum Anggun.
    bella akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam Bella. Terima Kasih atas jawabannya ya :)

      Hapus
  17. Terima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Puti terima kasih ya atas jawabannya. memang benar langkah2 dalam merancang obat hingga ke formulanya memerlukan tahapan-tahapan seperti yg saudra jelaskan :)

      Hapus
  18. Untuk pertanyaan no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    lalu dpt jg Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Megaaa. waah jawaban yg mega berikan sama seperti yg dipaparkan oleh puti. dan benar sekali. terima kasih yaaa tanggapannya:)

      Hapus
  19. Baiklah nggun, izinkan saya menjawab pertanyaan Nomor 1, dimana menurut saya Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih eugene atas jawabannya. Bahwa dalam menentukan ikatan molekul obat dalam dilakukan dg cara melihat struktur 3 dimensi :))))

      Hapus
  20. Hai Anggun. Sepertiny saya akan mencoba bntu jawab pertanyaan no 2. Dimana menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga Ovi. untuk senyawa yg sudah diketahui bioaktifitasnya, dalam mendesain obatnya sangat singkat, dimana setelah isolasi senyawa selanjutnya tinggal di buat dalam sediaan obat yg selanjutnya diujicobakan klinisnya

      Hapus
  21. Hayy anggun saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
    2. Modifikasi atau manipulasi molekul adalah dasar pengembangan dari kimia organik. Dasar modifikasi molekul adalah mengembangkan struktur senyawa induk yang sudah diketahui aktivitas biologisnya,kemudian disintesis dan diuji aktivitas dari homolog atau analognya.
    Ø Modifikasi molekul bertujuan untuk :

    a. Mendapatkan senyawa baru yang mempunyai aktifitas lebih tinggi, masa kerja lebih panjang,tingkat kenyamanan lebih besar,toksisitas atau efek samping lebih rendah, lebih selektif, lebih stabil dan lebih ekonomis. Selain itu modifikasi molekul gigunakan pula untuk mendapatkan senyawa baru yang bersifat antagonis atau antimetabolit.
    b. Menemukan gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi.
    Modifikasi molekul merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang dikehendaki, antara lain yaitu meningkatkan aktivitas obat, menurunkan efek samping atau toksisitas, meningkatkan selektifitas obat memperpanjang masa kerja obat, meningkatkan kenyamanan penggunaan obat dan meningkatkan aspek ekonomi obat. Modifikasi molekul umumnya dilakukan dengan cara seleksi atau sintesis “obat lunak”, pembuatan pra obat dan obat target dan modifikasi molekul obat yang telah diketahui aktifitas bioologisnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga dyaaah. waah jawabanya komplit sekali. terima kasih banyak telah bantu menyelesaikan prtnyaan no 2 yaa , dimana dalam mendesain suatu obat dilakukan salah satunya yaitu modifikasi molekul:)))

      Hapus
  22. Hayy anggun saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
    2. Modifikasi atau manipulasi molekul adalah dasar pengembangan dari kimia organik. Dasar modifikasi molekul adalah mengembangkan struktur senyawa induk yang sudah diketahui aktivitas biologisnya,kemudian disintesis dan diuji aktivitas dari homolog atau analognya.
    Ø Modifikasi molekul bertujuan untuk :

    a. Mendapatkan senyawa baru yang mempunyai aktifitas lebih tinggi, masa kerja lebih panjang,tingkat kenyamanan lebih besar,toksisitas atau efek samping lebih rendah, lebih selektif, lebih stabil dan lebih ekonomis. Selain itu modifikasi molekul gigunakan pula untuk mendapatkan senyawa baru yang bersifat antagonis atau antimetabolit.
    b. Menemukan gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi.
    Modifikasi molekul merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang dikehendaki, antara lain yaitu meningkatkan aktivitas obat, menurunkan efek samping atau toksisitas, meningkatkan selektifitas obat memperpanjang masa kerja obat, meningkatkan kenyamanan penggunaan obat dan meningkatkan aspek ekonomi obat. Modifikasi molekul umumnya dilakukan dengan cara seleksi atau sintesis “obat lunak”, pembuatan pra obat dan obat target dan modifikasi molekul obat yang telah diketahui aktifitas bioologisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga Anggun hihi. jawaban yg Anggun berikan sepertinya sama dg jawaban yg diberikan oleh dyah. terima kasih yaa tanggapannya :))

      Hapus
  23. hallo anggun saya akan mencoba menjawab soal nomor 1. untuk dapat menentukan gugus ikatan dapat dilakukan dengan cara melihat sifat khas 3D, melihat atom atom yang terikat pada senyawa tersebut, melihat jumalh elektron yang saling terikat, dan berdasarakan gaya yang dihasilkan setiap atom dalam berikatan, serta muatannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga bernike, dalam menentukan ikatan antara gugus dg molekul obat adalah dg cara melihat struktur 3D, juga dapat dg cara melihat jumlah elektron, dan lain-lain. terima kasih atas jawbannya ya :)

      Hapus
  24. Hallo kak Anggun,
    Menarik ya kak materinya. Untuk prtnyaan nomor 1 akan coba endang jawab kak :) Cara menentukan ikatan dalam molekul obat bisa dengan cara melihat struktur 3D nya. Mohon koreksi jika salah ya kak.��

    BalasHapus
  25. Untuk pertanyaan no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    lalu dpt jg Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula

    BalasHapus
  26. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  27. Assalamualaikum anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 dimana Menurut saya suatu obat dapat di desain dg cara disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor dr senyawa aktifny

    BalasHapus
  28. Assalamualaikum. Materinya bermanfaat sekali, dan mudah di pahami. Terima kasih Anggun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam irma. Alhamdulillah jika bermanfaat. Terima kasih yaa

      Hapus
  29. Hi, anggun, menurut saya untuk mendesain suatu obat , langkah utama adalah mencari lead compound atau senyawa penyantun, mohon koreksinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga lexsa. Terima kasih atas tanggapannya. Namun, dalam mendesain suatu obat, tidak hanya mencari lead compound saja, tapi ada bbrp tahap lainnya jg yaitu memanipulasi molekul atau memodifikasinya, yg selanjutnya akan drumuskan hubungan kuantitatifnya, lalu Di analisis hasil regresinya, kemudianmerancang penggunaan bentuk, merancang dosis, barulah dilakukan evaluasi klinis

      Hapus
    2. Benar sekali, dalam mendesain obat tidak hanya dengan lead compound, lead compound merupakan langkah awal dengan adanya ini dapat ditentukan konfirmasi dan struktur 3 dimensi, dan lanjut ke tahap berikutnya

      Hapus
    3. Iya tepat sekali. Jadi kesimpulannya, dalam mendesain suatu obat ada banyak tahapan yg harus d lalui. Terima kasih atas tanggapannya ya lexsa:))

      Hapus
  30. Hallo Anggun. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga yustika. Terima kasih jg telah berkunjung yaa:)

      Hapus
  31. Assalamualaikum anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals.

    BalasHapus
  32. Assalamualaikum anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals.

    BalasHapus
  33. Hallo Anggun. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga safira. Terima kasih:) sering2 berkunjung d blog saya yaa

      Hapus
  34. Terima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
  35. Saya akan mencoba menjawab soal no 3. Dimana mnurut saya Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
  36. Terima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
  37. Terima kasih Kak Anggun , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  38. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  39. hy kak anggun, artikelnya sangat bermanfaat sekali dan menambah pengetahuan pembaca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga kak. Terima kasih ya sdh berkunjung. Alhamdulillah jika membantu:)

      Hapus
  40. Malam kk, iffah mau jawab soap No 3. Mnurut iffah Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
  41. Terima kasih kak pemaparannya. Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 1, Cara menentukan ikatan dalam molekul obat bisa dengan cara melihat struktur 3D nya

    BalasHapus
  42. Terima kasih , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  43. Terima kasih , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  44. Terima kasih , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  45. Assalamu'alaikum kak anggun.. wah.. ini materinya sangat membantu sekali, sangat bermanfaat, dan mudah untuk dipahami...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam. Terima kasih banyak khofifah:) Alhamdulillah senang jika membantu sekali:)

      Hapus
  46. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  47. Terimakasih atas infonya nggun saya coba jawab no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    lalu dpt jg Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula

    BalasHapus
  48. Baiklah kak, izinkan saya menjawab pertanyaan Nomor 1, dimana menurut saya Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay kak lalu bagaimana cara kita membedakan ketiga ikatan trsbut?
      Mhon diprjlas kak😊

      Hapus
  49. Hai anggun.artikel anda sangat membantu sekali.terimaksih untuk pemaparan ya

    BalasHapus
  50. Hai kak Anggun.
    Materinya sangat membantu saya. Terima kasih ya kak, rajin2 upload materinya ya kak :)🙇

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai juga mifta:) wah siap siap. Insha Allah akan ad artikel selanjutnya. Terima kasih ya :)

      Hapus
  51. Hai anggun. Artikelnya sangat membantu saya curang saat ujian

    BalasHapus

  52. Saya akan mencoba menjawan point 3. Interkasi molekul obat dengan gugus fungsional molekul reseptor merupakan respons biologis karena kekuatan ikatan kimia tertentu. Tipe ikatan kimia yang terlibat dalam interaksi obat reseptor antara lain adalah ikatan-ikatan kovalen, ion-ion yang saling memperkuat (reinforce ions), ion (elektrostatik), hidrogen, ion-dipol, dipol-dipol, van der Waal’s, ikatan hidrofob dan transfer muatan.

    BalasHapus
  53. Assalamualaikum kak Anggun. Benarkah jika senyawa obat dalam mendesainny harus disesuaikan dg bentuk farmakoforny?

    BalasHapus
  54. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  55. Mantap
    Semoga materinya bermanfaat bagi semua orang kak

    BalasHapus
  56. "Permisi kak anggun. Maya mau bertanya, apakah hbunganny abatara konformasi aktif yg stabil dg struktur 3D ?, jika berkenan mohon djawab y kak:)

    BalasHapus
  57. Terima kasih Anggun, artikel ini sangat bermanfaat dan materi nya mudah dipahami, ditunggu artikel selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih ya. Insha Allah. Utk artikel selanjutnya silahkan di pantau ya hehe

      Hapus
  58. Hallo kak Anggun. Emi mau bertanya. Apa tujuan sebenarnya dari melihat struktur farmakofor senyawa obat? Mohon d jawab ya kak. Terima kasih

    BalasHapus
  59. Terima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
    Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
    merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
    Modifikasi molekul
    Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
    Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
    Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
    Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.

    BalasHapus
  60. Assalamualaikum kak Anggun. Terima kasih atas materinya. Sering2 upload materi ya kak:)

    BalasHapus
  61. Hallo kak Anggun. Mau brtny brp lama kah waktu yg dbutuhkan dlm merancang suatu obat?

    BalasHapus
  62. Syukron kak atas informasi nya,, Akan berguna untuk org banyak tentunya.

    BalasHapus
  63. Baiklah saya akan jawab pertanyaan nomor 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawanya

    BalasHapus
  64. Hai anggun, terimakasih artikelnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas

    BalasHapus
  65. Baik kak anggun saya akan mencoba jawab pertanyaan no satu. Dmn cara utk menntukan ikatan adalah dg modifikasi molekus

    BalasHapus
  66. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals

    BalasHapus
  67. Buayo makan cempedak, cempedak nyo habis

    BalasHapus
  68. Hallo Anggun. Saya akan mencoba jawab pertanyaan no 2. Dimana menurut saya utk mendesain suatu obat yg senyawanya sudah diketahui khasiatnya sama saja dg yg blm dkethui khasiatny:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga windy. saya tanggapi yaa, dalam mendesain suatu obat yg sudah d ketahui khasiatnya sebenarnya tidak begitu sama dg senyawa yg belum diketahui khasiatnya. Dimana utk senyawa yg sudah diketahui khasiatnya tinggal dilakukan isolasi tanaman yg kemudian bisa langsung dibuat sediaan sesuai dg khasiatnya dan terakhir tinggal dilakukan uji klinis :)

      Hapus
    2. berarti benar, bahwa cara dan thapanny sama. Kan snywa yg blm dkthui khasiatnya jg d lkukan isolasi dan uji klinis.

      Hapus
    3. iya windi benar demikian, namun utk senyawa yg belum diketahui khasiatnya harus dilihat dulu struktur farmakofornya yg slanjutnya di modifikasi utk melihat khasiatnya, yg artnya tahapannya ckup banyak dan waktunya lebih lama dibandingkan dg senyawa yg sdh diketahui khasiatnya :)

      Hapus
    4. Oh begitu. Waah terima kasih nggun, menambah pengetahuan saya ni hehe 😉

      Hapus
    5. sama2 windy, terima kasih juga telah menanggapi hehe. rajin2 berkunjung ya biar kita bisa berdiskusi lagi:)

      Hapus
  69. Artikel yang sangat bermnafaat. terimakasih

    BalasHapus
  70. Assalaamu'alaikum Anggun.. Terimakasih atas sharing ilmu nya, semoga berkah dan bermanfaat bagi para pembaca Aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam. Hallo kak Ingga. Aamiin. Terima kasih ya kak ;))

      Hapus
  71. Assalaamu'alaikum Anggun.. Terimakasih atas sharing ilmu nya, semoga berkah dan bermanfaat bagi para pembaca Aamiin :)

    BalasHapus

Posting Komentar