RAPID : Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design
Dalam suatu bidang farmasis, tentu saja tidak asing mendengar istilah obat.
Obat-obatan seiring dengan perkembangan zaman perlu dikembangkan karena semakin
banyak model penyakit-penyakit baru yang timbulnya. Sehingga perlu dilakukan
modifikasi atau pengembangan dari obat yang lama. Salah satu metode yang dapat
digunakan dan yang paling umum diketahui adalah melihat model farmakofor.
Tujuan melihat farmakofor adalah adanya interaksi penting antara protein dan
ligan.
Konsep pharmacophore pertama kali diperkenalkan pada tahun
1909 oleh
Ehrlich , yang mendefinisikan
farmakofora sebagai 'molekul kerangka kerja yang membawa (phoros) fitur penting
yang bertanggung jawab untuk aktivitas biologis obat (pharmacon) . Setelah
satu abad pengembangan, konsep farmakofora dasar masih tetap ada tidak berubah,
tetapi arti yang disengaja dan rentang aplikasinya telah diperluas. Definisi
terbaru oleh IUPAC, model farmakofor adalah ansambel fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan
interaksi supramolekul optimal dengan biologis spesifik menargetkan dan memicu
(atau memblokir) respons biologisnya.
Jadi, farmakofor atau pharmacophore adalah
konfigurasi spasial fitur penting yang memugkinkan molekul ligan untuk
berinteraksi dengan reseptor target tertentu. Dengan tidak adanya struktur
reseptor dikenal, farmakofor dapat diidentifikasi dari suatu sel ligan yang
telah diamati untuk berinteraksi dengan reseptor sasaran. Sebuah farmakofor
didefinisikan sebagai susuanan 3D fitur yang sangat penting untuk molekul ligan
untuk berinteraksi dengan reseptor target dalam situs pengikatan tertentu.
Setelah diidentifikasi, farmakofor
dapat berfungsi sebagai model penting untuk screening virtual,
terutama dalam kasus dimana struktur 3D dari reseptor tidak diketahui dan
teknik docking yang tidak berlaku.
Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul 3D yang
penting untuk rekognisi (mengakui) molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul( molekul besar) biologisnya. Ligan adalah molekul sederhana yang dalam senyawa kompleks
bertindak sebagai donor pasangan elektron (basa Lewis). Sedangkan Menurut
(IUPAC), farmakofor merupakan ensembel(Kombinasi)
fitur sterik dan elektronik yang diperlukan untuk memastikan interaksi supramolekuler (pembentukan dan
pemutusan ikatan kovalen untuk membentuk molekul yang diinginkan), sehingga
adanya interaksi yang optimal antara ligan dan sel target (reseptor)
yang spesifik akan memicu atau memblok
respon biologisnya.
Contoh Pharmacophore Morphin, struktur morfin yaitu :
bagian penting dari reseptor morphin adalah cincin aromatik. Yang diberi tanda garis putus-putus berwarna merah
Adapun beberapa analog dari morphin adalah metazocine dan levorphanol (antalgin):
(R)-Pentazocine
(S)-Pentazocine
Ada beberapa ikatan kimia yang dapat terjadi misalnya :
1. Ikatan Hidrogen: Gaya tarik antar molekul yang terjadi antara atom
Hidrogen dengan atom yang memiliki keelektronegatifan tinggi dan
memiliki pasangan elektron bebas dari atom dengan keeelektronegatifan
tinggi lainnya. (Misal: C,N,O,S).
2. Ikatan ionik: Terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom
lainnya.oleh karena berpindahnya elektron, maka ada atom yang kedapatan
elektron menjadi bermuatan negative, sedangkan atom yang kehilangan
elektron akan bermuatan positif.
3. ikatan Van Der Walls: Terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul
non polar, molekul-molekul polar, atau antara molekul non polar dengan
molekul polar.
Konformasi Aktif :
1. Diadopsi ketika terikat dengan site target
2. identitas 3D pharmacophore
3. Banyak ikatan maka efikasi makin tinggi
DAFTAR PUSTAKA
used in medicinal chemistry (IUPAC
Recommendations 1998)".
Pure and Applied Chemistry (dalam bahasa Inggris). 70 (5). doi:10.1351/pac199870051129. ISSN 1365-3075.
2Yang, Sheng-Yong. "Pharmacophore modeling and applications in drug discovery: challenges and recent advances". Drug Discovery Today. 15 (11-12): 444–450. doi:10.1016/j.drudis.2010.03.013.
Pertanyaan:
1. Bagaimana cara menentukan ikatan antara gugus dengan molekul obat?
2. Bagaimana cara mendisain suatu obat baru
dari suatu senyawa yang sudah di ketahui khasiatnya?
3. Apa
hubungan antara konformasi aktif yang stabil dengan struktur 3 dimensi farmakofor?







Hallo kak Anggu.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.
Hallo jg voni. waah terima kasih atas jawabannya von;)
HapusTerima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Terima kasih viv atas jawabannya. rajin-rajin ya mampir diblog saya, biar bisa diskusi hehe
HapusAssalamualaikum kak Anggun.
BalasHapusAnis akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.
waalaikumussalam anis. terima kasih telah bantu jawab , semoga bermanfaat untuk Kimia Medisinal kalian nanti yaaaa
HapusAssalamualaikum kak anggun, waah terima kasih atas materinya ... Sangat membantu sekali kak:)
BalasHapusWaalaikumussalam, Alhamdulillah jika membantu dik, terima kasih ya:)
HapusHallo kak Anggun, terima kasih atas materinya. Utk prtnyaan nomor 1 akan coba aqila jawab:) Cara menentukan ikatan dalam molekul obat bisa dengan cara melihat struktur 3D nya. Mohon d koreksi jika salah ya kak
BalasHapusHai aqila. yup! benar sekali, dalam menentukan ikatan dalam molekul obat salah satu caranya adalah dengan melihat struktur 3 dimensi yang ada di senyawanya. yg kemudian ditentukn apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen atau tidak. jawaban aqila sudah benar kok :)
HapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusHallo Anggun, nah benar sekali, sama halnya dg yg dikatakan oleh aqila pada komenar sebelumnya. terima kasih sudah bantu jawab ya Anggun
HapusMakan tanah bee
HapusSaya akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.
BalasHapusHai Imelda. terima kasih atas jawabnnya. Benar sekali, untuk menesain suatu obat yg sudah diketahui khasiatnya bisa dengan cara mengisolasi senyawa tersebut yg kemudian dilihat aktifitas farmakologinya
HapusHai kk anggun, saya mau bantu jawab ya😊
BalasHapusNo 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
Mencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula
hai jugaaaa. waaah terima kasih telah bantu jawab untuk pertanyaan no 3 :))))
HapusAssalamu'alaikum kak anggun.. wah.. ini materinya sangat membantu sekali, sangat bermanfaat, dan mudah untuk dipahami..
BalasHapusMenurut saya suatu obat dapat di desain dg cara disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor dr senyawa aktifny
Waalaikumussalam Ajeng. alhamdulillah senang jika materinya membantu dan mudah dipahami. untuk mendesain suatu obat memang benar harus disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor senyawa aktifnya, agarkita dapat melihat apakah sesuai atau tidak, mungkin lebih tepat ajeng menjawab pertanyaan no 2 yaa :))
HapusTerima kasih.
BalasHapusUtk pertnyaan no 2 mnurut saya suatu obat dapat di desain dg cara disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor dr senyawa aktifny
1. Apakah Farmakofor akan d ambil dri tanaman atau bahan lainnya?
2. Klo tanaman bagian apa tanaman yg akan d ambil, dan tanaman apa?
Hallo Mr. Lana.terima kasih atas jawabannya:) dan utk pertanyaan mr.lana akan saya coba jawab :
Hapus1. Farmakofor mrupakan struk yg ada dr suatu senyawa, baik itu senyawa yg sudah d modifikasi, maupun senyawa murni yg d dapat dr hasil isolasi suatu tanaman. Jadi, farmakofor tentu saja di ambil dr tanaman, krn senyawa yg d dapat berasal dr suatu tanaman
2. Bagian dr tanaman yg di ambil trgntung dr yg d butuhkan. Bisa batang, daun, maupun akar. Yg nantinya akan d isolasi utk mndapatkan senyawa dr bagian tanaman tersebut
Mungkin jika adnyg kurang cocok jawabnny bisa d tanggapi y mr. Lana :)
Terima kasih
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
BalasHapuslalu dpt jg Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula
Hai siti. terima kasih atas jawabannya. benar sekali, dalam merancang suatu obat, ada beberapa hal yg harus dilakukan terlwbih dahulu sebelum akhirnya merancang formula:)
HapusHallo Anggun. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)
BalasHapusHallo juga Monica. Waaah terina kasih. Sering-sering berkunjung ke blog saya ya:)
HapusHallo kak Anggu.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.
Hallo juga kak. dalam mendesain suatu obat yg senyawa sudah diketahui khasiatnya sama saja dg mendesain obat yg blm d kthui khasiatnya. hanya saja lebih mudah dan ringkas utk senyawa dg khasiat yg sudah diketahui. terima kasih atas jawabannya ya :)
HapusAnnyeong kakak😄. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals.🙏🙏🙏
BalasHapusAnnyeong eonni wkwk. yaa benar bgt cara menentukan suatu ikatan dalam molekul adalah dg melihat struktur 3D nya:)) Gomawo :)))
HapusHai kak anggun, postingannya sangat bermanfaat. Kalo untuk senyawa baru, kira-kira berapa lama kak waktu yg dibutuhkan hingga ketahap formulasi sediaan obat nya?
BalasHapusHai juga kak. wah terima kasih atas prtanyaannya. menurut saya dalam merancang suatu obat apalagi untuk senyawa baru, itu perlu beberapa tahap yg harus dilakukan. seperti mencari terlebih dahulu lead coumpounnya, selanjutnya memanipulasi molekul hingga ke tahap terakhir evaluasi klinik. dan tahap-tahap ini perlu waktu yg cukup lama, belum lagi perkiraan gagal dalam percobaan atau sejenisnya.
HapusAssalamualaikum Anggun.
BalasHapusbella akan mencoba menjawab no 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.
Waalaikumussalam Bella. Terima Kasih atas jawabannya ya :)
HapusTerima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Hai Puti terima kasih ya atas jawabannya. memang benar langkah2 dalam merancang obat hingga ke formulanya memerlukan tahapan-tahapan seperti yg saudra jelaskan :)
HapusUntuk pertanyaan no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
BalasHapuslalu dpt jg Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula
Hai Megaaa. waah jawaban yg mega berikan sama seperti yg dipaparkan oleh puti. dan benar sekali. terima kasih yaaa tanggapannya:)
HapusBaiklah nggun, izinkan saya menjawab pertanyaan Nomor 1, dimana menurut saya Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusTerima kasih eugene atas jawabannya. Bahwa dalam menentukan ikatan molekul obat dalam dilakukan dg cara melihat struktur 3 dimensi :))))
HapusHai Anggun. Sepertiny saya akan mencoba bntu jawab pertanyaan no 2. Dimana menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawa aktifnya.
BalasHapusHai juga Ovi. untuk senyawa yg sudah diketahui bioaktifitasnya, dalam mendesain obatnya sangat singkat, dimana setelah isolasi senyawa selanjutnya tinggal di buat dalam sediaan obat yg selanjutnya diujicobakan klinisnya
HapusHayy anggun saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
BalasHapus2. Modifikasi atau manipulasi molekul adalah dasar pengembangan dari kimia organik. Dasar modifikasi molekul adalah mengembangkan struktur senyawa induk yang sudah diketahui aktivitas biologisnya,kemudian disintesis dan diuji aktivitas dari homolog atau analognya.
Ø Modifikasi molekul bertujuan untuk :
a. Mendapatkan senyawa baru yang mempunyai aktifitas lebih tinggi, masa kerja lebih panjang,tingkat kenyamanan lebih besar,toksisitas atau efek samping lebih rendah, lebih selektif, lebih stabil dan lebih ekonomis. Selain itu modifikasi molekul gigunakan pula untuk mendapatkan senyawa baru yang bersifat antagonis atau antimetabolit.
b. Menemukan gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi.
Modifikasi molekul merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang dikehendaki, antara lain yaitu meningkatkan aktivitas obat, menurunkan efek samping atau toksisitas, meningkatkan selektifitas obat memperpanjang masa kerja obat, meningkatkan kenyamanan penggunaan obat dan meningkatkan aspek ekonomi obat. Modifikasi molekul umumnya dilakukan dengan cara seleksi atau sintesis “obat lunak”, pembuatan pra obat dan obat target dan modifikasi molekul obat yang telah diketahui aktifitas bioologisnya.
Hai juga dyaaah. waah jawabanya komplit sekali. terima kasih banyak telah bantu menyelesaikan prtnyaan no 2 yaa , dimana dalam mendesain suatu obat dilakukan salah satunya yaitu modifikasi molekul:)))
HapusHayy anggun saya coba bantu jawab pertanyaannya yaaa
BalasHapus2. Modifikasi atau manipulasi molekul adalah dasar pengembangan dari kimia organik. Dasar modifikasi molekul adalah mengembangkan struktur senyawa induk yang sudah diketahui aktivitas biologisnya,kemudian disintesis dan diuji aktivitas dari homolog atau analognya.
Ø Modifikasi molekul bertujuan untuk :
a. Mendapatkan senyawa baru yang mempunyai aktifitas lebih tinggi, masa kerja lebih panjang,tingkat kenyamanan lebih besar,toksisitas atau efek samping lebih rendah, lebih selektif, lebih stabil dan lebih ekonomis. Selain itu modifikasi molekul gigunakan pula untuk mendapatkan senyawa baru yang bersifat antagonis atau antimetabolit.
b. Menemukan gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi.
Modifikasi molekul merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang dikehendaki, antara lain yaitu meningkatkan aktivitas obat, menurunkan efek samping atau toksisitas, meningkatkan selektifitas obat memperpanjang masa kerja obat, meningkatkan kenyamanan penggunaan obat dan meningkatkan aspek ekonomi obat. Modifikasi molekul umumnya dilakukan dengan cara seleksi atau sintesis “obat lunak”, pembuatan pra obat dan obat target dan modifikasi molekul obat yang telah diketahui aktifitas bioologisnya
Hai juga Anggun hihi. jawaban yg Anggun berikan sepertinya sama dg jawaban yg diberikan oleh dyah. terima kasih yaa tanggapannya :))
Hapushallo anggun saya akan mencoba menjawab soal nomor 1. untuk dapat menentukan gugus ikatan dapat dilakukan dengan cara melihat sifat khas 3D, melihat atom atom yang terikat pada senyawa tersebut, melihat jumalh elektron yang saling terikat, dan berdasarakan gaya yang dihasilkan setiap atom dalam berikatan, serta muatannya.
BalasHapusHallo juga bernike, dalam menentukan ikatan antara gugus dg molekul obat adalah dg cara melihat struktur 3D, juga dapat dg cara melihat jumlah elektron, dan lain-lain. terima kasih atas jawbannya ya :)
HapusHallo kak Anggun,
BalasHapusMenarik ya kak materinya. Untuk prtnyaan nomor 1 akan coba endang jawab kak :) Cara menentukan ikatan dalam molekul obat bisa dengan cara melihat struktur 3D nya. Mohon koreksi jika salah ya kak.��
Untuk pertanyaan no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
BalasHapuslalu dpt jg Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusAssalamualaikum anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 dimana Menurut saya suatu obat dapat di desain dg cara disesuaikan terlebih dahulu dg bentuk farmakofor dr senyawa aktifny
BalasHapusAssalamualaikum. Materinya bermanfaat sekali, dan mudah di pahami. Terima kasih Anggun.
BalasHapusWaalaikumussalam irma. Alhamdulillah jika bermanfaat. Terima kasih yaa
HapusHi, anggun, menurut saya untuk mendesain suatu obat , langkah utama adalah mencari lead compound atau senyawa penyantun, mohon koreksinya
BalasHapusHai juga lexsa. Terima kasih atas tanggapannya. Namun, dalam mendesain suatu obat, tidak hanya mencari lead compound saja, tapi ada bbrp tahap lainnya jg yaitu memanipulasi molekul atau memodifikasinya, yg selanjutnya akan drumuskan hubungan kuantitatifnya, lalu Di analisis hasil regresinya, kemudianmerancang penggunaan bentuk, merancang dosis, barulah dilakukan evaluasi klinis
HapusBenar sekali, dalam mendesain obat tidak hanya dengan lead compound, lead compound merupakan langkah awal dengan adanya ini dapat ditentukan konfirmasi dan struktur 3 dimensi, dan lanjut ke tahap berikutnya
HapusIya tepat sekali. Jadi kesimpulannya, dalam mendesain suatu obat ada banyak tahapan yg harus d lalui. Terima kasih atas tanggapannya ya lexsa:))
HapusHallo Anggun. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)
BalasHapusHallo juga yustika. Terima kasih jg telah berkunjung yaa:)
HapusAssalamualaikum anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals.
BalasHapusAssalamualaikum anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals.
BalasHapusHallo Anggun. Terima kasih materi tntg RAPIDny. Membantu sekali saya dlm mengerjakan tugas :)
BalasHapusHallo juga safira. Terima kasih:) sering2 berkunjung d blog saya yaa
HapusTerima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Saya akan mencoba menjawab soal no 3. Dimana mnurut saya Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Terima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Terima kasih Kak Anggun , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapushy kak anggun, artikelnya sangat bermanfaat sekali dan menambah pengetahuan pembaca :)
BalasHapusHai juga kak. Terima kasih ya sdh berkunjung. Alhamdulillah jika membantu:)
HapusMalam kk, iffah mau jawab soap No 3. Mnurut iffah Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Terima kasih kak pemaparannya. Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 1, Cara menentukan ikatan dalam molekul obat bisa dengan cara melihat struktur 3D nya
BalasHapusTerima kasih , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusTerima kasih , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusTerima kasih , menurut saya, jawaban pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusAssalamu'alaikum kak anggun.. wah.. ini materinya sangat membantu sekali, sangat bermanfaat, dan mudah untuk dipahami...
BalasHapusWaalaikumussalam. Terima kasih banyak khofifah:) Alhamdulillah senang jika membantu sekali:)
HapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusTerimakasih atas infonya nggun saya coba jawab no 3 Langkah langkah dalam merancang obat dapat dlakukan dg mencari senyawa penuntun (lead compound), namun biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
BalasHapuslalu dpt jg Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula
Baiklah kak, izinkan saya menjawab pertanyaan Nomor 1, dimana menurut saya Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusHay kak lalu bagaimana cara kita membedakan ketiga ikatan trsbut?
HapusMhon diprjlas kak😊
Hai anggun.artikel anda sangat membantu sekali.terimaksih untuk pemaparan ya
BalasHapusHai kak Anggun.
BalasHapusMaterinya sangat membantu saya. Terima kasih ya kak, rajin2 upload materinya ya kak :)🙇
Hai juga mifta:) wah siap siap. Insha Allah akan ad artikel selanjutnya. Terima kasih ya :)
HapusHai anggun. Artikelnya sangat membantu saya curang saat ujian
BalasHapus
BalasHapusSaya akan mencoba menjawan point 3. Interkasi molekul obat dengan gugus fungsional molekul reseptor merupakan respons biologis karena kekuatan ikatan kimia tertentu. Tipe ikatan kimia yang terlibat dalam interaksi obat reseptor antara lain adalah ikatan-ikatan kovalen, ion-ion yang saling memperkuat (reinforce ions), ion (elektrostatik), hidrogen, ion-dipol, dipol-dipol, van der Waal’s, ikatan hidrofob dan transfer muatan.
Assalamualaikum kak Anggun. Benarkah jika senyawa obat dalam mendesainny harus disesuaikan dg bentuk farmakoforny?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap
BalasHapusSemoga materinya bermanfaat bagi semua orang kak
Aamiin. Makasih iqbal :))
Hapus"Permisi kak anggun. Maya mau bertanya, apakah hbunganny abatara konformasi aktif yg stabil dg struktur 3D ?, jika berkenan mohon djawab y kak:)
BalasHapusTerima kasih Anggun, artikel ini sangat bermanfaat dan materi nya mudah dipahami, ditunggu artikel selanjutnya.
BalasHapusWah terima kasih ya. Insha Allah. Utk artikel selanjutnya silahkan di pantau ya hehe
HapusHallo kak Anggun. Emi mau bertanya. Apa tujuan sebenarnya dari melihat struktur farmakofor senyawa obat? Mohon d jawab ya kak. Terima kasih
BalasHapusTerima kasih anggun. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan No 3. Langkah langkah dalam merancang obat dapat dijelaskan sebagai berikut :
BalasHapusMencari senyawa penuntun (lead compound), yaitu senyawa yang digunakan sebagai awal
merancang obat baru, biasanya memiliki kelemahan seperti aktivitas lemah dan toksisitas besar.
Modifikasi molekul
Merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas biologisnya (HKSA).
Merancang senyawa yang menurut HKSA dari persamaan statistika lebih baik aktivitas dan kestabilannya
Mensintesis senyawa rancangan dan mengukur aktivitasnya dalam laboratorium
Merancang dosis, uji klinis hingga merancang formula.
Assalamualaikum kak Anggun. Terima kasih atas materinya. Sering2 upload materi ya kak:)
BalasHapusHallo kak Anggun. Mau brtny brp lama kah waktu yg dbutuhkan dlm merancang suatu obat?
BalasHapusSyukron kak atas informasi nya,, Akan berguna untuk org banyak tentunya.
BalasHapusBaiklah saya akan jawab pertanyaan nomor 2. Menurut saya jika suatu senyawa telah diketahui bioaktivitasnya, sperri antiinflamasi, antimikroba, antioksidan dll. Senyawa trsebut, diambil dari tanaman dengan cara isolasi senyawa murni. Senyawa murni yg didapat, dibuat dalam sediaan obat yg diinginkan sesuai dgn fungsinya, sperti antiinflamai dibuat dalam sediaan salep. Dan salep trsebut harus diujicobaakan ke makhluk hidup seperti mencit utk melihat efek farmakologinya. Namun dlm pendesainan obat ini juga harus disesuaikan dgn bentuk farmakofor dari senyawanya
BalasHapusHai anggun, terimakasih artikelnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas
BalasHapusBaik kak anggun saya akan mencoba jawab pertanyaan no satu. Dmn cara utk menntukan ikatan adalah dg modifikasi molekus
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 1 yaitu Cara menentukan ikatan dalam molekul obat yaitu dengan cara melihat struktur 3D nya, kemudian ditentukan apakah ikatan yg terbentuk merupakan ikatan hidrogen, ikatan kovalen maupun ikatan Van deer wals
BalasHapusBuayo makan cempedak, cempedak nyo habis
BalasHapusHallo Anggun. Saya akan mencoba jawab pertanyaan no 2. Dimana menurut saya utk mendesain suatu obat yg senyawanya sudah diketahui khasiatnya sama saja dg yg blm dkethui khasiatny:)
BalasHapusHallo juga windy. saya tanggapi yaa, dalam mendesain suatu obat yg sudah d ketahui khasiatnya sebenarnya tidak begitu sama dg senyawa yg belum diketahui khasiatnya. Dimana utk senyawa yg sudah diketahui khasiatnya tinggal dilakukan isolasi tanaman yg kemudian bisa langsung dibuat sediaan sesuai dg khasiatnya dan terakhir tinggal dilakukan uji klinis :)
Hapusberarti benar, bahwa cara dan thapanny sama. Kan snywa yg blm dkthui khasiatnya jg d lkukan isolasi dan uji klinis.
Hapusiya windi benar demikian, namun utk senyawa yg belum diketahui khasiatnya harus dilihat dulu struktur farmakofornya yg slanjutnya di modifikasi utk melihat khasiatnya, yg artnya tahapannya ckup banyak dan waktunya lebih lama dibandingkan dg senyawa yg sdh diketahui khasiatnya :)
HapusOh begitu. Waah terima kasih nggun, menambah pengetahuan saya ni hehe 😉
Hapussama2 windy, terima kasih juga telah menanggapi hehe. rajin2 berkunjung ya biar kita bisa berdiskusi lagi:)
HapusArtikel yang sangat bermnafaat. terimakasih
BalasHapusAssalaamu'alaikum Anggun.. Terimakasih atas sharing ilmu nya, semoga berkah dan bermanfaat bagi para pembaca Aamiin :)
BalasHapusWaalaikumussalam. Hallo kak Ingga. Aamiin. Terima kasih ya kak ;))
HapusAssalaamu'alaikum Anggun.. Terimakasih atas sharing ilmu nya, semoga berkah dan bermanfaat bagi para pembaca Aamiin :)
BalasHapus