Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

IDENTIFIKASI FARMAKOFOR

            Semua molekul obat memiliki aktivitas farmakologi akibat adanya interaksi stereoelektronik dengan suatu reseptor. Makro molekul reseptor mengenali susunan gugus fungsi tertentu dalam ruang 3d serta kerapatan elektronnya. Pengenalan tersebut merupakan interaksi  dari molekul obat terhadap reseptor. Interaksi ini berupa pengikatan nonkovalen. Kumpulan gugus pada molekul obat yang berinteraksi disebut  FARMAKOPOR.  ( Muchtaridi, et al., 2018)             Farmakofor adalah susunan tiga dimensi dari atom dalam molekul obat yang memungkinkan untuk berikatan dengan reseptor yang diinginkannya dan bertanggung jawab dengan respon biologis karena terikat dengan reseptor yang dikehendakinya. (Podolyan dan George,2008) “Jika ada senyawa-senyawa yang memiliki farmakofor yang sama, maka efek yang dihasilkan juga sama”.      ...

PEPTIDA DAN PEPTIDOMIMETIK

PEPTIDA                           Peptida dan protein keduanya merupakan poliamida yang terdiri atas asam   -amino yang α dihubungkan melalui gugus karboksil dan   -amino. Dalam biokimia, ikatan amida disebut juga sebagai ikatan peptida. Resultan polimer yang telah diklasifikasikan     sebagai     peptida     atau     protein     tidaklah     tergambar     dengan     jelas,     umumnya panjang rantai yang lebih   dari     40     menggambarkan     keberadaan     protein,     sedangkan     istilah polipeptida dapat digunakan untuk menyebut semua rantai panjang tersebut. Meskipun terlihat serupa, peptida dan protein menampilkan berbagai macam fungsi biologis dan banyak fungsi fisiologis. Sebag...

Hiperlipidemia dengan Risiko Atherosclerosis

Hiperlipidemia adalah keadaan meningkatnya kadar lipid darah dalam lipoprotein (kolesterol dan trigliserida). Hal ini berkaitan dengan intake lemak dan karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan dalam tubuh. Keadaan tersebut akan menimbulkan resiko terjadinya artherosclerosis dan hipertensi. Artherosclerosis merupakan keadaan terbentuknya bercak yang menebal dari dinding arteri bagian dalam dan dapat menutup saluran dari aliran darah dalam arteri koronaria. Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner. Pembuluh darah koroner yang menderita artherosklerosis selain menjadi tidak elastis, juga mengalami penyempitan sehingga tahanan aliran darah dalam pembuluh koroner juga naik. Naiknya tekanan sistolik karena pembuluh darah tidak elastis serta naiknya tekanan diastolik akibat penyempitan pembuluh darah disebut juga tekanan darah tinggi atau hipertensi.   Kaitan Hiperlipidemia dengan Metabolisme Lemak dan Karbohidrat dengan T...