IDENTIFIKASI FARMAKOFOR
Semua molekul obat memiliki aktivitas farmakologi akibat adanya interaksi stereoelektronik dengan suatu reseptor. Makro molekul reseptor mengenali susunan gugus fungsi tertentu dalam ruang 3d serta kerapatan elektronnya. Pengenalan tersebut merupakan interaksi dari molekul obat terhadap reseptor. Interaksi ini berupa pengikatan nonkovalen. Kumpulan gugus pada molekul obat yang berinteraksi disebut FARMAKOPOR. ( Muchtaridi, et al., 2018) Farmakofor adalah susunan tiga dimensi dari atom dalam molekul obat yang memungkinkan untuk berikatan dengan reseptor yang diinginkannya dan bertanggung jawab dengan respon biologis karena terikat dengan reseptor yang dikehendakinya. (Podolyan dan George,2008) “Jika ada senyawa-senyawa yang memiliki farmakofor yang sama, maka efek yang dihasilkan juga sama”. ...